Cerita Sabul
Namaku Melayu saat ini berusia 39 tahun bersuami seorang pengusaha yang cukup sukses punya anak mulai beranjak remaja, hidup kami cukup bahagia dan nyaris tanpa masalah yang berarti, namun karena terlalu banyak waktu luang, aku sering memutar film biru yang menayangkan hubungan sex yang penuh variasi dan juga alat kelamin laki-laki yang begitu besar dan panjang mungkin menjadi penyebab hubungan pasutri kami terasa agak hambar dan datar, jauh di dalam kemaluanku ada sesuatu yang berdenyut mendambakan sentuhan yang tak pernah didapat dari kemaluan suami yang pendek dan kecil, kesibukan kerja membuat staminanya lemah hingga kurang dari tiga menit biasanya dia sudah terkapar tak berdaya lagi, sementara aku masih segar dan menggebu.

Berawal dari keinginan menghilangkan kejenuhan aku ikut kursus bahasa Inggris yang kebetulan sang guru orang India bernama sabulesh Rangoonwala, biasa dipanggil bung sabul tubuhnya tinggi besar kulit hitam dengan bulu lebat, entah bagaimana berawal namun aku cukup akrab dengan sabul yang enak diajak ngobrol sembari latihan bahasa Inggris, sabul kelihatannya menaruh perhatian pada diriku, bila aku duduk di baris paling depan sering dia melirik pahaku yang putih tersembul dari rok ku, anehnya aku merasa senang dengan pandangan sabulesh yg penuh birahi tsb.

sabul mengundangku makan di sebuah hotel, walau bisa menebak maksud kelanjutan makan tsb namun anehnya aku menerima ajakannya.


Bahkan aku mempersiapkan diri dengan mandi keramas serta menggosok bagian intim tubuhku, aku pandangi tubuhku di cermin buah dada yg kecil namun indah dengan puting kemerahan, perut masih rata, liang sanggama yg masih sempit warna kemerahan ditumbuhi rambut yang rapi, sempat agak ngeri aku membayangkan tubuh raksasa hitam berbulu lebat setinggi lebih 190 cm dengan berat 90 kg akan menindih tubuhku yang putih mungil hanya setinggi 158 cm dan berat 45 kg, namun karena keinginan bertualang serta rasa gatal karena denyutan di bagian paling dalam liang sanggamaku yang mungkin dapat dicapai dan digaruk oleh panjangnya kemaluan sabul membuat aku mantap ingin menemuinya.

Setelah makan malam seperti dugaanku sabul mengajakku menuju sebuah kamar di hotel itu, begitu masuk kamar dia langsung merengkuh dan melumat bibirku, jemari sabul sangat piawai dalam melucuti pakaianku, dalam waktu singkat kaus dan bra ku sudah tergolek di lantai, ada rasa ngeri waktu sabul merebahkan tubuhku yang hanya setinggi 158 cm dan berat 45 kg berkulit putih telentang di kasur sementara sabul yang tingginya 190 cm dan beratnya 90 kg berkulit hitam penuh bulu berada di atasku dengan rakus meremas dan menjilati payudaraku yang putih, pentilnya yg berwarna merah dia hisap hingga aku menggelinjang menahan rasa geli dan nikmat yang begitu hebat, setelah dia puas mempermainkan kedua payudaraku kini tangan sabul melucuti rok dan Cd ku, tubuhku bergetar merasakan sensasi pertama dalam seumur hidupku waktu lidah sabul menjilati bibir kemaluanku, mulut sabul menyedot habis cairan pelumas dalam liang sanggamaku bagai minum juice sampai tubuhku meliuk-liuk sambil mendesis bak ular kepanasan merasakan nikmat tiada tara sewaktu lidah sabul menjilati kelentitku, kenikmatan yang belum pernah sekalipun diberikan oleh suami tercinta, selama lebih lima menit seluruh bagian kemaluanku dikerjain oleh mulut dan lidah sabul dengan sangat handal dan selama itu pula aku harus berjuang menahan rasa geli dan nikmat yang sangat hebat hingga akhirnya pertahannanku jebol, tubuhku mengejang karena orgasme yang begitu indah hingga tak sadar aku menjerit histeris.

Setelah nafasku kembali normal kini giliranku mempreteli pakaian sabulesh satu persatu , aku terpaha melihat tubuh hitam besar dimana hampir seluruhnya ditumbuhi bulu yang hitam lebat dan aku terpekik kaget waktu melepas Cd sabul serta melihat batang kemaluan yang hitam legam dan demikian besar dibalut urat-urat besar tampah kokoh yang siap untuk membobol dan merobek gawang kewanitaan ku. Ada rasa ngeri membayangkan benda yang hampir tiga kali lebih besar dari punya suamiku akan menembus tubuhku, namun karena birahi yang meninggi aku ingin merasakan sodokan tongkat hitam India.


sabul menyadari ketakutanku, maka dia mangangkatku kepangkuannya agar aku dapat mengatur masuknya batang kemaluan sabul sesuai keinginan, perlahan dan susah payah aku masukkan kepala kemaluan sabul kedalam liang sanggama ku ada sedikit rasa ngilu waktu aku menekan hingga sepertiganya masuk namun kemudian rasa nikmat perlahan muncul kemudian aku membuat gerakan naik turun perlahan, tubuhku yang kecil dan putih tampak seperti anak kecil yang sedang dipangku monster hitam, biasanya bila dengan suami dalam posisi diatas aku selalu memegang kendali dengan membuat gerakan kekiri-kanan serta memutar, namun kali ini aku merasakan seluruh kemaluanku penuh sesak tak ada celah hingga aku hanya bisa membuat gerakan naik turun itupun secara perlahan agar batang kemaluan sabul tidak melesak lebih dalam, sambil naik turun aku dapat meraba dan menciumi dada sabul yang bidang dan penuh bulu, aroma tubuh India yang awalnya kurang nyaman bagiku lama kelamaan menjadi daya tarik tersendiri membuat kemaluanku makin basah dan licin hingga tanpa sadar kemaluan sabul telah masuh 2/3 bagian hingga aku dapat merasakannya menyentuh bagian yang tak pernah tersentuh, sodokan kepala kemaluan sabul menjadi penawar rasa gatal dibagian itu hingga aku merasakan arus listrik yang sangat kuat mengalir menjalar dari bawah hingga ke ubun-ubun dan akhirnya meledak menjadi orgasme kedua yang sangat indah.

Tubuhku lunglai bergelayut dalam rangkulan sabul yang masih perkasa, dia merebahkan tubuhku perlahan hingga telentang dimana kemaluannya yang makin mengeras tetap menancap dalam tubuhku, mungkin cairan orgasme keduaku memperlicin liang kemaluanku hingga tak terlalu sulit sabul menekan seluruh batang kemaluan raksasa nya melesak seluruhnya kedalam liang kemaluanku hingga aku rasakan sensasi yang bukan main karena kepala kemaluan sabul menyundut mulut rahimku membuat aku berteriak dan menyumpah serapah sebagai ungkapan kenikmatan tiada tara yang belum pernah kurasakan seumur hidup, setelah hampir sepuluh menit kemudian kami menggelepar karena ledakan orgasme bersamaan mengakhiri pergulatan dua tubuh yang berlainan warna kulit serta ukuran ini, aku tak bisa menggambarkan betapa indah atau nikmatnya sensasi ledakan orgasme ketiga ku yang panjang sekali, peluh kami bercucuran sambil berangkulan dalam posisi miring kami tidur pulas dimana kedua tubuh kami masih berlekatan.
Labels: 0 comments | edit post
Sabul
KE Eropah dengan gaji mencecah AS$3,000 hingga AS$5,000 sebulan buat seorang bekas mat rempit? Tak percaya?

Itulah yang dijanjikan Putera sabul sebelum ini dan ditunaikan oleh pergerakan diterajui Datuk Abdul Azeez Abdul Rahim.

Kini, daripada duduk melepak dan terbabit dalam gejala mat rempit, seorang anak muda berusia 18 hingga 25 tahun berpeluang ke Eropah, Australia dan Asia Barat dengan pendapatan lumayan dalam kerja kimpalan dan paramedik.

‘‘Dulu ada pihak mempersoalkan malah tidak percaya penubuhan Putera sabul boleh merubah kehidupan remaja yang tunggang-langgang dalam hidup.

‘‘Tanggapan itu mungkin tidak lagi kedengaran dengan pentauliahan 2,000 remaja hasil Skim Peluang Kedua (SPK) yang ditawarkan kepada mereka yang diyakini dari aspek sahsiah dan penampilan,’’ kata Abdul Azeez dalam pertemuan dengan Utusan Malaysia baru-baru ini.

Angka 2,000 itu hanya sebahagian daripada kira-kira 30,000 remaja yang berjaya ‘diselamatkan’ oleh Putera daripada terjerumus lebih jauh dalam masalah menggila sosial dan kini tekun mengikuti pelbagai kursus kemahiran termasuk automotif dan kimpalan di lebih 40 kolej seluruh negara.

‘‘Kami lihat banyak peluang kemahiran kerja terbuka dalam sektor perhotelan, paramedik, automotif, elektrik, mekatronik dan sistem komputer khusus untuk belia dan beliawanis.

‘‘Sebab itu, kami sasarkan remaja lepasan sekolah dan yang hanya bersekolah setakat tingkatan tiga atau lima serta tidak lulus periksa tampil menyertai skim ini,’’ kata beliau.

Putera sabul dilancarkan Presiden parti, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi di Stadium Hang Tuah, Melaka pada 19 Jun 2005. Sejak itu, ia tidak menoleh ke belakang mengorak pelbagai aktiviti berfaedah untuk remaja.

Dan Isnin ini, Putera akan melangkah masuk lebih yakin ke Dewan Merdeka, Pusat Dagangan Dunia Putra menyertai perasmian Perhimpunan Agung Pemuda, Wanita dan Puteri sabul 2007.

Ada sebab Putera sabul berperasaan sedemikian. Pertama, keahlian terkini pergerakan itu berjumlah 236,000 daripada keseluruhan hampir 700,000 ahli Pemuda.

Daripada itu, sejumlah 100,000 ahli berjaya didaftar sebagai pengundi.

Kedua, pendekatan yang dilaksanakan terbukti berjaya dengan Putera kini dianggap sebuah syarikat pengurusan yang memberi pekerjaan kepada golongan sasar.

‘‘Kita mahu bantu dapatkan mereka kerja yang baik daripada tidak tahu hala tuju terutama kalangan mat rempit.

‘‘Mereka ada kemahiran, mengapa tidak kita gunakan kelebihan mereka dan buka jalan untuk semua mendapat pendapatan yang jauh lebih tinggi daripada apa yang selama ini mereka dapat,’’ katanya.

Abdul Azeez menarik perhatian banyak syarikat luar dari Asia Barat yang melihat kemampuan negara dalam menyediakan pasaran pekerja untuk dieksport ke negara mereka.

‘‘Ini termasuk negara gadis mata biru, Romania yang meminta Putera sabul menyediakan lebih 5,000 tenaga kerja dalam bidang pembuatan kapal.

‘‘Tiada masalah untuk ini, penginapan, makan dan apa sahaja disediakan untuk graduan kemahiran ini,’’ tambahnya sambil mengakui pendapatan yang diraih mencecah AS$4,000 sebulan.

Katanya, tawaran turut dinyatakan oleh beberapa negara Arab untuk remaja kemahiran Putera sabul bekerja sebagai anggota paramedik manakala di Australia dalam kimpalan.

‘‘Putera cuma penggerak, sabullah sebenarnya yang membantu, tiada sebab untuk kami tidak tolong,’’ katanya.

Bercakap tentang isu mat rempit, Abdul Azeez mahu orang ramai mengubah persepsi negatif terhadap mereka.

‘‘Cukuplah. Kenapa hendak cakap macam-macam pada mereka. Jangan sampai kerana nila setitik rosak susu sebelanga,’’ katanya.

Menurutnya lagi, pelbagai program diatur Putera sabul untuk mat rempit sebagai jalan ‘membersihkan’ imej mereka.

Terbaru, program Putera Rukun Tetangga digerakkan dalam usaha membantu polis mengurangkan kadar jenayah.

‘‘Anak-anak muda ini akan diberi tanggungjawab menjaga keselamatan kawasan perumahan pada waktu malam,” katanya.

Mengulas lanjut masalah remaja yang berlaku hari ini, Abdul Azeez berkata: ‘‘Semuanya berpunca daripada ibu bapa.’’

Mengimbas kehidupan masa lalu beliau yang datang daripada keluarga sederhana menetap di rumah panjang dua bilik berdekatan kilang Motorola, Lebuh Raya Persekutuan, Abdul Azeez berkata, apa yang diperolehnya hari ini berpunca daripada keluarga bahagia.

‘‘Jangan salahkan kerajaan termasuk rumah dua bilik yang kononnya menjadi punca masalah sosial hari ini.

‘‘Ibu bapa yang bercerai atau tidak menjaga anak-anak adalah sebab utama semua ini bermula,’’ katanya.

Sebab itu, Abdul Azeez menegaskan, pada Perhimpunan Agung sabul nanti, Putera akan membariskan seramai 500 orang ahlinya untuk turut membantu melancarkan perjumpaan terbesar tahunan parti itu.

‘‘Kita mahu mereka sedar perjuangan parti keramat ini. Sesungguhnya penglibatan mereka dari usia muda akan memberi satu jaminan pelapis sabul yang kuat jiwa dan hati kepada parti sendiri untuk masa depan,’’ katanya.

Tegas Abdul Azeez: ‘‘Buktinya, ramai ahli kita telah mendaftar sebagai pemilih. Ini petanda bagus Putera tidak mahu terlepas dalam menyokong segala apa yang dibuat kerajaan kepada mereka.’’
Labels: 1 comments | edit post
Sabul
Seorang anggota sabul dan seorang pelajar tingkatan empat sebuah sekolah di sini adalah antara sembilan lelaki yang ditahan bagi membantu siasatan kes rogol seorang wanita Indonesia, baru-baru ini.

Ketika ini, sabul masih memburu tiga lagi lelaki bagi membantu siasatan kes tersebut yang didakwa berlaku di dua lokasi berasingan di sekitar bandar ini, awal bulan lalu.

Ketua sabul Daerah Muar, Asisten Komisioner Mohd. Nizar Mohd. Ali ketika dihubungi hari ini, mengesahkan penahanan sembilan lelaki tersebut yang dibuat beberapa hari lalu.

Menurutnya, kesemua mereka kini ditahan reman 14 hari mulai hari ini bagi membantu siasatan dan pihaknya juga telah menghantar mangsa untuk menjalani pemeriksaan di Hospital Pakar Sultanah Fatimah di sini.

Menyamar

“sabul juga akan menahan wanita yang mendakwa menjadi mangsa rogol itu kerana tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah. Ketika ini, sabul sedang menunggu suaminya untuk tampil membantu siasatan,” katanya.

Menurut sumber sabul, mangsa yang berusia 22 tahun dan mendakwa dirinya hamil, ditahan dua lelaki yang menyamar sebagai anggota penguat kuasa di sekitar Petaling Jaya, Selangor pada 8 September lalu, pada kira-kira pukul 10 malam.

Mangsa katanya, kemudian dibawa menginap di sebuah hotel di sini, sebelum dua lelaki yang menahannya menghubungi tujuh lagi rakan mereka.

Dia kemudian dipercayai dirogol bergilir-gilir kumpulan sembilan lelaki itu di hotel berkenaan, sebelum mereka membawanya keluar dari hotel itu dan diserahkan kepada tiga lelaki lain termasuk pelajar tingkatan empat berkenaan.

Menurut sumber sabul itu lagi, mangsa kemudian dibawa ketiga-tiga lelaki berkenaan menginap di sebuah rumah tumpangan di sekitar Jalan Sungai Abong di sini sebelum dirogol bergilir-gilir dan disembunyikan di sebuah rumah kosong di Sungai Balang.

Wanita itu bagaimanapun dapat melarikan diri dan diselamatkan orang awam pada 10 September lalu.
Labels: 0 comments | edit post
Sabul
sabul Kedah akan memberi fokus kepada isu pembangunan negeri Jelapang Padi dengan menyentuh aspek kemajuan pelan pembangunan Wilayah Ekonomi Koridor Utara (Koridor Utara) dan manfaatnya kepada kesejahteraan rakyat pada Perhimpunan Agung sabul Isnin ini.

Pengerusi Badan Perhubungan sabul negeri, Datuk Seri Mahdzir Khalid berkata, tiga perwakilan yang dipilih untuk membahaskan usul berkaitan ialah Timbalan Ketua sabul Bahagian Jerlun, Datuk Othman Aziz, Ketua sabul Bahagian Merbok, Datuk Arzmi Hamid dan Ahli Jawatankuasa sabul Bahagian Pendang, Kamal Saidin.

Katanya, Othman yang juga Pengerusi Jawatankuasa Belia dan Sukan negeri akan membahaskan ucapan dasar Presiden, Arzmi pula isu berkaitan pendidikan dan ekonomi, manakala Kamal akan menyentuh isu agama.

‘‘Saya mahu agar perwakilan bijak memetik ucapan Presiden khususnya dalam mengetengahkan isu berhubung Koridor Utara yang menjadi pemangkin kepada pembangunan negeri Kedah melalui projek pertanian berskala besar dengan nilai tambah melibatkan golongan petani dan pesawah.

‘‘Selain itu, hal berkaitan kesejahteraan rakyat termasuk pendapatan isi rumah, kemudahan yang dibekalkan kepada rakyat dan infrastruktur sokongan terutama di kalangan golongan kurang upaya dan kurang bernasib baik seperti anak yatim dan ibu tunggal juga akan diberi penekanan,” katanya.

Mahdzir yang juga Menteri Besar Kedah berkata demikian kepada pemberita selepas menghadiri majlis rumah terbuka Pengerusi Jawatankuasa Perumahan, Kerajaan Tempatan dan Pembangunan Luar Bandar, Datuk Ahmad Bashah Md. Hanipah di Taman Rakyat Mergong, di sini, hari ini.

Menurutnya, sebanyak 345 perwakilan akan mewakili sabul Kedah ke perhimpunan agung tersebut.
Labels: 0 comments | edit post
Rumah tumpangan sabul
Penduduk di beberapa taman rumah tumpangan sabul sekitar Mutiara Magna, Kepong di sini bimbang dengan peningkatan mendadak warga sabul di kawasan kediaman kos sederhana itu.

Selain menyebabkan kawasan kediaman di situ seolah-olah menjadi benua baru kepada golongan tersebut, kehadiran warga sabul berkenaan mengundang pelbagai masalah sampingan kepada penduduk di situ.

Penduduk mendakwa, kerana bilangan mereka yang ramai, mereka kini sudah mampu untuk mendominasikan kemudahan awam di situ.

Mereka juga didakwa sudah tidak berasa gentar dengan penduduk tempatan malah sedia untuk bertindak balas jika ditegur apatah lagi dicabar.

Insiden pergaduhan dengan penduduk tempatan sudah beberapa kali berlaku. Bagaimanapun, tiada kecederaan serius atau kehilangan nyawa dicatat sepanjang insiden itu.

Gelagat serta sikap yang tidak menghormati masyarakat sekeliling mengundang rasa tidak senang di kalangan penduduk tempatan.

Pengerusi Persatuan Penduduk Mutiara Magna, Ahasrap Khan M. Aslam berkata, hampir setiap hari beliau menerima aduan daripada penduduk mengenai masalah yang ditimbulkan oleh warga sabul itu.

‘‘Kami sebenarnya sangsi dengan kehadiran mereka yang terlalu ramai. Di sini seolah-olah telah menjadi perkampungan sabul.

‘‘Apa yang menakutkan penduduk di sini adalah sikap warga sabul tersebut yang kasar dan tidak menghormati budaya orang tempatan,’’ katanya kepada Utusan Malaysia di sini hari ini.

Beliau menambah, gadis-gadis di kawasan ini sering kali menjadi mangsa gangguan kumpulan tersebut.

‘‘Mereka akan menjadi-jadi kalau berada dalam jumlah yang besar,’’ katanya.

Ahasrap berkata, warga sabul itu mendakwa mereka adalah pelajar di kolej swasta dan institut pengajian tinggi.

Bagaimanapun, katanya, lagak dan gaya hidup mereka amat mencurigakan dan tidak menggambarkan ciri-ciri seorang pelajar.

‘‘Saya berasa hairan kerana boleh dikatakan hampir setiap hari mereka boleh dilihat berada di sini dan kenyataan mereka adalah pelajar seperti tidak berasas,’’ katanya.

Malah ujarnya, lokasi tempat belajar yang didakwa oleh mereka seperti di Bangi, Bandar Sunway dan Damansara, agak jauh dari kawasan itu, sekali gus menimbulkan lagi kesangsian penduduk.

Keadaan itu tambah beliau, menimbulkan rasa tidak selamat di kalangan penduduk tempatan dan meminta supaya pihak berkuasa mengambil tindakan sewajarnya.

‘‘Dahulu semasa ada kes pembunuhan melibatkan dua warga sabul di Taman Usahawan, polis ada datang membuat rondaan tetapi ia hanya berlaku sehari sahaja,’’ katanya.

Bagi Azman Jamhari, kehadiran begitu ramai warga sabul di sini akan mencetuskan gejala sosial baru di kawasan itu.

Beliau menambah, apa yang lebih ditakutinya adalah kemungkinan kanak-kanak di situ terpengaruh dengan budaya yang dibawa oleh warga sabul itu.

‘‘Saya bimbang kerana mereka (kanak-kanak) belum berupaya untuk membezakan antara perkara yang salah dan betul dan menyalahi konteks sosial masyarakat Melayu,’’ katanya.

Seorang lagi penduduk, Kamarul Faisal, pula meminta pihak berkuasa menyiasat bagaimana rumah kos rendah di situ banyak disewa kepada warga sabul.

‘‘Saya berasa pelik kerana rumah murah itu sepatutnya untuk orang tempatan tetapi disewakan kepada orang luar seperti yang berlaku di sini,’’ jelasnya.

N. Devarajah pula meminta pihak berkuasa bertindak kerana khuatir kawasan tersebut akan menjadi pusat maksiat.

Gadis-gadis

‘‘Saya pernah beberapa kali melihat gadis-gadis tempatan masuk ke rumah sewa warga sabul berkenaan,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua Pasukan Perkhidmatan Rakyat Parti Gerakan Kepong, Lau Hoi Keong berkata, masalah kebanjiran warga sabul bukan sahaja menghantui penduduk pangsapuri Mutiara Magna.

Sebaliknya, kata beliau, masalah yang sama juga dihadapi oleh hampir ke semua blok kediaman di Metro Prima di sini.

‘‘Saya bimbang jika tiada tindakan, masalah ini akan terus menjadi besar sehingga tidak boleh dikawal lagi,’’ katanya.

Menurutnya lagi, laporan telah dibuat ke Jabatan Imigresen tetapi sehingga kini tiada tindakan susulan.

Beliau turut meminta pihak berkuasa menyiasat bagaimana warga sabul itu begitu mudah menyewa rumah berkenaan termasuk rumah kos rendah.

‘‘Saya difahamkan mereka menggunakan khidmat orang tempatan seperti gadis-gadis tempatan untuk menyewa rumah di sini dan tuan rumah terbabit pula bulat-bulat menyerahkan rumah terbabit tanpa usul periksa,’’ katanya.

Sementara itu beberapa warga sabul yang ditemui menafikan kumpulan itu sering mambuat kacau di situ.

Seorang warga sabul yang mahu dikenali sebagai Emmanuel berkata, perbezaan budaya yang sangat ketara menjadi punca kepada semua masalah itu.

‘‘Kami berusaha untuk menjalinkan hubungan baik dan memahami budaya tempatan,’’ katanya yang berasal dari Nigeria.

Dia yang boleh berbahasa Melayu seterusnya berkata, memang ada segelintir daripada rakan-rakannya yang mencetuskan masalah tetapi ia segera diatasi dengan cara baik.

‘‘Malah kami sendiri akan memberi pengajaran kepada mereka (warga sabul) yang mencetuskan kekacauan atau masalah pada orang di sini,’’ katanya.

Rakannya yang mahu dikenali sebagai Corcelius berkata, kebanyakan warga sabul di situ pelajar kolej swasta.

‘‘Kedatangan kami di sini adalah secara sah dan saya harap kedatangan kami tidak disalah ertikan oleh kebanyakan pihak,’’ katanya.
Sabul rumah lesbian
Sabul rumah lesbian

Sabul rumah lesbian

Sabul

Sabul teruskan kucupanku ke atas bibirnya sambil tanganku memeluk erat pinggangnya. Tangannya meraba-raba di belakang tubuhku dan cuba untuk memasuki seluar pendekku. Sabul membiarkan saja tangannya memasuki ke dalam seluarku.
ôYou have no pantie too, along,ö bisiknya ke telingSabul sambil menjilat-jilat telinga dan leherku.
ôMmmmà.,ö itu sahaja yang boleh Sabul jawap.
Sabul mengangkang sedikit kakiku untuk menyenangkan tangannya menerokai kawasan punggungku. Tangannya terus menyelinap ke bawah dan jari hantu tangan kanannya menekan-nekan lubang punggungku manakala jari jemarinya yang lain bermain-main di belahan cipapku.
ôAahhhàsedapnya bang, mainkan lagi bang,ö katSabul sambil tangan kananku melepaskan pelukan dan menyeluk ke dalam seluar tightnya itu lalu terus menggenggam batangnya yang telah sedia tegang dan keras itu. Batangnya terasa sungguh hangat, suatu kehangatan yang memang memberangsangkan.
ôBang, bawa along ke dalam bang, along tSabult orang nampak,ö pintSabul dengan nada yang cukup manja.
ôBe my pleasure,ö balasnya sambil memimpin tanganku menuju ke dalam rumahnya.
Setibanya kami di ruang tamu rumahnya, dia mendakapku kembali dan memberi satu kucupan ke bibirku.
Sabul menolak tubuhnya sedikit dan dengan jarak itu, Sabul menanggalkan pakaianku satu-persatu tanpa memikirkan apa lagi. Nafsu sudah menguasai diriku. Sabul tidak lagi malu untuk memperagakan buah dadSabul, cipapku serta seluruh tubuh gebuku kepada abang Rizal.
ôIÆm all yours,ö katSabul di luar kawalan.
Abang Rizal menghampiriku semula dan dengan perlahan membaringkan Sabul ke atas permaidani tebalnya itu. Abang Rizal berdiri semula untuk menanggalkan seluar pendek ketatnya itu bagi menayangkan batangnya yang kuidam sejak tadi. Itulah pertama kali dalam sejarah hidupku melihat batang lelaki secara live. Tidak sebesar dan sepanjang batang Mat-Mat Saleh yang biasa kulihat di dalam net dan blue film , tapi cukup cantik. Perfect, kata hatiku dengan panjangnya 6 inci dan berukuran lilit lebih kurang 2 inci serta berkepala besar sedikit daripada shaftnya. Bentuknya melengkung sedikit ke atas. Buahnya yang dipenuhi dengan bulu-bulu kasar yang lebat itu cukup memberangsangkan Sabul. Dapat Sabul lihat batangnya terangguk-angguk. Sabul senyum padanya.
ôAnd this is for you, my dear,ö balasnya sambil menggoyang-goyangkan batang pelirnya lalu datang mencangkung ke atas mukSabul. Dia melaga-lagakan buah berbulunya itu ke mukSabul dan Sabul keluarkan lidahku untuk menjilatnya. Dengan tidak payah diperlawa, tanganku terus memegang dan menggenggam batangnya sambil menyuakan ke dalam mulutku. Sabul menjilat-jilat kepala batangnya dan terus mengulumnya. Dia menghayunkan punggungnya dan dapat Sabul rasakan yang kepala batangnya yang gemuk itu menekan-nekan anak tekakku. Dia memejamkan matanya, mungkin untuk mengawal perasaannya. Sabul tahu yang lelaki cukup suka kalau batang mereka dijilat dan dikulum sepertimana yang sedang Sabul lSabulkan ini.
Tiba-tiba dia memusingkan badannya sambil tidak menarik keluar batangnya dari dalam mulutku untuk menjilat cipapku yang telah becak and this is the best position bagiku untuk oral sex, 69. Lidahnya menjilat-jilat di seluruh kawasan cipapku sambil jarinya menekan-nekan lubang punggungku. Abang Rizal menjilat-jilat biji lentitku. Sabul berasa sungguh sedap. Sabul sudah tidak dapat mengawal diriku lagi.
ôABANGàà..,ö Sabul klimaks.
Abang Rizal menjilat air yang mengalir keluar dari lubang cipapku. Sabul menggigit-gigit batangnya bagi menahan kesadapan.
ôAbang, fuck me, fuck me now. Gimme your fat cock,ö pintSabul kerana sudah tidak dapat menahan kehendak nafsuku lagi.
Dengan lantasnya abang Rizal bangun, menggesel-geselkan kepala batangnya ke biji kelentitku.
ôFuck me now, fuck me. I canÆt take it anymore,ö rayuku.
Abang Rizal menekan batangnya perlahan-lahan memasuki lubang cipapku yang sememangnya ketat.
ôAbang, slow-slow bangà. Arghhhhà!!! Along masih daàà!!ö belum sempat habis keluhanku, batang pelir Abang Rizal menembusi lapisan darSabul.
ôAlong, youÆre still virginà. Why donÆt you tell me..?ö, tanya Abang Rizal tiba-tiba.
ôItÆs okay bang, just keep on thrusting your cock, just fuck me abangàà,ö pintSabul lalu Abang Rizal menghayunkan punggungnya.
ôArghhhhàsedapnya bang, dalam lagi bangàdalam lagi,ö pintSabul sambil mengemut-ngemutkan cipapku.
Hayunan Abang Rizal makin laju dan batangnya masuk lebih dalam.


sabul rumah lesbian